Cari

Klik huruf yang tersedia untuk mengetahui daftar glossary

Pattern 1

Pair

Kenapa BTC/USDT Ada Garis Miringnya?

Coba jujur. Waktu pertama kali buka aplikasi crypto, apa kamu pernah melihat tulisan seperti BTC/USDT, ETH/BTC, atau SOL/USDT lalu langsung mikir: "Ini apaan, ya?"

Kalau iya, tenang. Hampir semua orang yang baru masuk ke dunia crypto pernah ada di posisi yang sama. Awalnya kita cuma ingin beli Bitcoin atau coba investasi aset digital. Tapi begitu masuk ke exchange, malah disambut berbagai istilah yang bikin kening berkerut.

Salah satunya adalah pair.

Padahal lucunya, pair adalah salah satu konsep paling dasar di dunia crypto. Kalau sudah paham, kamu bakal lebih gampang membaca harga, melakukan transaksi, bahkan memahami kenapa harga suatu aset bisa naik atau turun. Jadi, sebelum makin jauh belajar trading atau investasi crypto, ada baiknya kita kenalan dulu dengan yang satu ini.

Pair Itu Sebenarnya Apa, Sih?

Sederhananya, pair adalah pasangan dua aset yang diperdagangkan satu sama lain. Udah. Sesimpel itu. Misalnya kamu melihat: BTC/USDT

Artinya Bitcoin diperdagangkan menggunakan USDT. Kalau harga BTC/USDT menunjukkan angka 100.000, itu berarti kamu membutuhkan 100.000 USDT untuk membeli 1 Bitcoin.

Jadi pair sebenarnya cuma cara pasar menunjukkan nilai suatu aset dibanding aset lainnya. Kalau di dunia sehari-hari, konsepnya nggak jauh beda dengan melihat harga barang. Misalnya:

  • 1 porsi nasi goreng = Rp25.000
    1 gelas kopi = Rp18.000

Nah, di crypto:

  • 1 BTC = sekian USDT
    1 ETH = sekian BTC
    1 SOL = sekian USDT

Bedanya cuma alat ukurnya saja.

Kenapa Nggak Langsung Pakai Rupiah?

Ini pertanyaan yang sering muncul dari pemula. "Kalau tujuannya beli crypto, kenapa nggak langsung pakai Rupiah aja?" Bisa kok. Bahkan banyak exchange yang menyediakan pair seperti BTC/IDR. Tapi dunia crypto itu besar dan berjalan 24 jam secara global.

Banyak trader dari berbagai negara menggunakan aset tertentu sebagai "alat pembayaran" untuk membeli aset lain. Yang paling sering digunakan biasanya stablecoin seperti USDT. Makanya pair seperti BTC/USDT atau ETH/USDT jauh lebih populer dibanding pair berbasis mata uang lokal.

Ibaratnya begini. Kalau kamu main game online, biasanya ada mata uang khusus di dalam game, kan? Walaupun kamu top up pakai Rupiah, setelah masuk ke dalam game, semua transaksi menggunakan mata uang game tersebut. Kurang lebih seperti itu juga yang terjadi di dunia crypto.

Cara Membaca Pair Tanpa Bikin Pusing

Sekarang kita ambil contoh yang paling sering muncul: ETH/BTC Cara membacanya gampang. Artinya Ethereum diperdagangkan menggunakan Bitcoin. Kalau harga ETH/BTC berada di angka 0,05, berarti: 1 ETH setara dengan 0,05 BTC.

Atau kalau dibalik: Kamu membutuhkan 0,05 BTC untuk membeli 1 ETH. Nggak perlu menghafal istilah teknis dulu. Ingat saja satu hal: Aset di depan adalah aset yang ingin kamu lihat nilainya. Aset di belakang adalah alat pembandingnya. Sesederhana itu.

Biar Lebih Kebayang, Bayangkan Kamu Lagi Tukar Barang

Waktu kecil mungkin kamu pernah tukar-tukaran. Misalnya: 2 kartu Pokémon ditukar dengan 1 kartu langka. 3 kelereng ditukar dengan 1 mobil-mobilan. Nah, sebenarnya pair bekerja dengan konsep yang mirip. Crypto juga sedang menunjukkan rasio pertukaran antara dua aset. Jadi ketika kamu melihat BTC/USDT, pasar sedang memberi tahu: "Kalau mau dapat 1 BTC, kamu perlu segini banyak USDT.*

Kenapa Pair Penting Banget?

Karena semua aktivitas trading berputar di sekitar pair. 

  • Mau beli? Pakai pair.
    Mau jual? Pakai pair.
    Mau lihat grafik? Pakai pair.
    Mau analisis harga? Juga pakai pair.

Kalau pair diibaratkan jalan raya, maka transaksi crypto adalah kendaraan yang lewat di atasnya. Tanpa pair, transaksi nggak akan berjalan.

Pair Bisa Membantu Kamu Mengambil Keputusan yang Lebih Cerdas

Banyak pemula cuma fokus pada satu hal: "Harganya naik atau turun?" Padahal trader yang lebih berpengalaman biasanya melihat lebih dari itu. Mereka juga melihat aset tersebut dibandingkan dengan aset lain. Contohnya begini. Misalnya dalam satu minggu:

  • Bitcoin naik 5%
    Ethereum naik 12%

Kalau kamu hanya melihat ETH/USDT, mungkin yang terlihat cuma Ethereum sedang naik. Tapi kalau melihat ETH/BTC, kamu akan sadar bahwa Ethereum ternyata sedang bergerak lebih kuat daripada Bitcoin. Informasi seperti ini sering digunakan trader untuk mencari peluang tambahan.

Ada Pair yang Ramai, Ada Juga yang Sepi

Nah, ini yang sering luput dari perhatian. Nggak semua pair punya aktivitas yang sama. Ada pair yang super ramai. Ada juga yang sepi. Pair seperti: BTC/USDT, ETH/USDT, SOL/USDT biasanya dipenuhi pembeli dan penjual hampir setiap saat. Karena ramai, transaksi jadi lebih mudah dilakukan.

Sebaliknya, pair yang kurang populer kadang memiliki volume transaksi kecil. Akibatnya:

  • Harga lebih gampang naik turun ekstrem.
    Selisih harga beli dan jual lebih lebar.
    Risiko lebih besar.

Ibarat jualan. Kalau kamu jual gorengan di depan stasiun yang ramai, pembeli pasti banyak. Tapi kalau jualan di gang yang sepi, tentu lebih sulit menemukan pembeli. Pair crypto juga begitu.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Pemula

Ada satu jebakan psikologis yang sering terjadi. Misalnya kamu melihat Bitcoin pernah berada di harga US$110.000. Lalu sekarang turun ke US$95.000.

Otak langsung berkata: "Wah, lagi diskon nih." Padahal belum tentu. Dalam psikologi keuangan, ini disebut anchoring bias. Kita terlalu terpaku pada angka yang pernah kita lihat sebelumnya. Akibatnya kita menganggap harga sekarang murah, tanpa benar-benar melihat kondisi pasar secara keseluruhan. Makanya trader biasanya tidak hanya melihat satu angka. Mereka juga melihat pair lain sebagai bahan perbandingan.

Mengenal Cross Pair

Selain pair yang menggunakan USDT, ada juga yang disebut cross pair. Contohnya: ETH/BTC, SOL/ETH, ADA/BTC. Cross pair memungkinkan kamu menukar satu aset crypto langsung dengan aset crypto lainnya. Keuntungannya? Lebih praktis.

Kamu nggak perlu bolak-balik menjual aset ke USDT lalu membeli aset lain. Bagi trader aktif, ini bisa membantu menghemat waktu dan biaya transaksi.

Intinya, Pair Adalah Bahasa yang Dipakai Pasar Crypto

Kalau dipikir-pikir, pair sebenarnya bukan sesuatu yang rumit. Pair hanyalah cara pasar crypto berbicara. Lewat pair, pasar memberi tahu:

  • Berapa harga suatu aset.
    Berapa nilainya dibanding aset lain.
    Seberapa aktif aset tersebut diperdagangkan.
    Seberapa besar minat pasar terhadap aset tersebut.

Semakin cepat kamu memahami cara membaca pair, semakin nyaman juga kamu beraktivitas di dunia crypto. Karena pada akhirnya, hampir semua transaksi yang kamu lakukan akan selalu melibatkan pair.

Saat pertama kali melihat BTC/USDT atau ETH/BTC, wajar kalau rasanya membingungkan. Tapi setelah memahami konsep dasarnya, kamu akan sadar bahwa pair sebenarnya cukup sederhana. Pair hanyalah pasangan dua aset yang diperdagangkan satu sama lain.

Meski terlihat sepele, memahami pair bisa membantu kamu membaca harga dengan lebih baik, memahami pergerakan pasar, dan mengambil keputusan yang lebih bijak saat berinvestasi atau trading crypto.

Jadi lain kali saat melihat deretan kode di aplikasi exchange, kamu nggak perlu lagi bertanya-tanya, "Ini maksudnya apa?" Karena sekarang kamu sudah tahu cara membacanya.

 

Pelajari istilah kripto lainnya:

 

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Bagikan melalui:

Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device