Cari

Klik huruf yang tersedia untuk mengetahui daftar glossary

Pattern 1

In the Money dan Out of the Money

In the Money dan Out of the Money: Jangan Cuma Tebak Harga Kripto Naik atau Turun

Pernah nggak, kamu sudah yakin banget sama analisis yang kamu buat? Kamu lihat grafik Bitcoin, baca berita terbaru, cek sentimen pasar di media sosial, sampai nonton berbagai video analisis. Setelah semua riset itu, kamu akhirnya mengambil posisi dengan penuh keyakinan.

Lalu beberapa hari kemudian, harga bergerak sesuai prediksi. Tapi anehnya, hasil yang kamu dapat nggak sebesar yang dibayangkan. Bahkan dalam beberapa kasus, bisa saja posisi yang kamu pegang tetap rugi. Kalau pernah mengalami situasi seperti ini, kamu nggak sendirian. Banyak orang yang masuk ke dunia derivatif kripto berpikir bahwa kunci sukses cuma satu: menebak harga naik atau turun. Padahal kenyataannya nggak sesederhana itu.

Di dunia opsi kripto, ada satu hal yang sering diabaikan trader pemula, yaitu memahami apakah posisi yang mereka pegang sedang In-the-Money (ITM) atau Out-of-the-Money (OTM).

Kedengarannya memang agak teknis. Tapi tenang, konsep ini sebenarnya jauh lebih mudah dipahami daripada yang kamu bayangkan. Dan yang paling penting, memahami ITM dan OTM bisa membantu kamu melihat peluang dan risiko dengan lebih jelas, bukan sekadar mengandalkan feeling.

Banyak Orang Fokus ke Harga, Padahal Ada yang Lebih Penting

Kalau dipikir-pikir, kebanyakan orang memang terobsesi dengan harga. 

"Bitcoin bakal tembus berapa?"
"Ethereum bakal naik nggak minggu depan?"
"Koin ini bakal to the moon atau nggak?"

Pertanyaan seperti itu memang menarik. Tapi dalam trading opsi, ada pertanyaan lain yang jauh lebih penting:

Kalau posisi kamu dieksekusi sekarang, apakah sudah menghasilkan keuntungan?

Nah, jawaban dari pertanyaan itulah yang menentukan apakah sebuah opsi masuk kategori ITM atau OTM. Dengan kata lain, ITM dan OTM membantu kamu melihat kondisi nyata dari posisi yang sedang kamu pegang.

Bukan berdasarkan harapan. Bukan berdasarkan prediksi. Tapi berdasarkan fakta yang ada saat ini.

Sebenarnya Apa Itu In-the-Money dan Out-of-the-Money?

Biar gampang, bayangkan kamu punya voucher spesial untuk membeli sebuah barang. Voucher itu memungkinkan kamu membeli barang tersebut dengan harga lebih murah dibanding harga normal. Kalau harga pasar sekarang lebih mahal dari harga yang tertera di voucher, tentu voucher itu sangat berharga. Tapi kalau harga pasar justru lebih murah, voucher tersebut jadi nggak terlalu berguna. Nah, konsepnya kurang lebih sama seperti opsi.

In-the-Money (ITM)

In-the-Money berarti opsi yang kamu pegang sudah memiliki nilai. Kalau dieksekusi sekarang, ada potensi keuntungan yang bisa didapat. Sederhananya, posisi kamu sedang berada di area yang menguntungkan.

Out-of-the-Money (OTM)

Sebaliknya, Out-of-the-Money berarti opsi tersebut belum memberikan keuntungan jika dieksekusi saat ini. Namun bukan berarti kontraknya nggak ada nilai sama sekali. Masih ada peluang harga bergerak dan membuat posisi itu menjadi menguntungkan di masa depan. Jadi kalau disederhanakan:

  • ITM = sudah ada nilai
  • OTM = masih menunggu peluang

Sebelum Lanjut, Kenalan Dulu dengan Opsi Kripto

Biar nggak bingung, kita bahas sedikit soal opsi. Opsi adalah kontrak yang memberikan kamu hak untuk membeli atau menjual aset di harga tertentu pada periode tertentu. Yang perlu diingat, opsi memberikan hak, bukan kewajiban. Artinya, kamu bisa memilih untuk menggunakan hak tersebut atau tidak. Secara umum ada dua jenis opsi.

Call Option

Call option memberi hak untuk membeli aset. Biasanya digunakan ketika kamu memperkirakan harga aset akan naik.

Put Option

Put option memberi hak untuk menjual aset. Biasanya digunakan ketika kamu memperkirakan harga aset akan turun. Nah, status ITM dan OTM nantinya akan bergantung pada hubungan antara harga pasar saat ini dengan harga yang tercantum dalam kontrak atau yang biasa disebut strike price.

Contoh ITM yang Mudah Dipahami

Bayangkan kamu punya voucher untuk membeli smartphone seharga Rp8 juta. Ternyata beberapa minggu kemudian harga smartphone tersebut naik menjadi Rp10 juta. Kalau kamu menggunakan voucher itu sekarang, kamu jelas diuntungkan karena bisa membeli lebih murah dibanding harga pasar. Itulah gambaran sederhana dari kondisi In-the-Money.

Contoh Call Option ITM

Misalnya:

  • Strike Price Bitcoin = US$60.000
  • Harga Bitcoin saat ini = US$65.000

Kamu punya hak membeli Bitcoin di harga US$60.000. Karena harga pasar sekarang sudah US$65.000, kontrak tersebut punya nilai. Kalau dianalogikan, kamu punya kupon diskon saat barang yang ingin dibeli sedang mahal. Tentu menguntungkan. Maka opsi tersebut masuk kategori ITM.

Contoh Put Option ITM

Sekarang ambil contoh Ethereum.

  • Strike Price ETH = US$3.000
  • Harga ETH saat ini = US$2.800

Kamu punya hak menjual ETH di harga US$3.000. Padahal pasar cuma menghargainya US$2.800. Artinya kamu bisa menjual lebih mahal dibanding harga pasar. Situasi ini juga termasuk In-the-Money.

Lalu Seperti Apa Out-of-the-Money?

Sekarang bayangkan situasinya dibalik. Kamu punya voucher membeli smartphone Rp10 juta. Tapi ternyata harga di toko hanya Rp8 juta. Voucher itu jadi nggak menarik karena tanpa voucher pun kamu bisa mendapat harga lebih murah. Nah, itulah konsep Out-of-the-Money.

Contoh Call Option OTM

Misalnya:

  • Strike Price Bitcoin = US$60.000
  • Harga Bitcoin saat ini = US$58.000

Hak membeli Bitcoin di harga US$60.000 jelas belum menarik karena pasar menawarkan harga yang lebih murah. Maka posisi ini disebut OTM.

Contoh Put Option OTM

Contoh lain:

  • Strike Price ETH = US$3.000
  • Harga ETH saat ini = US$3.200

Kalau pasar mau membeli ETH di harga US$3.200, kenapa kamu harus menjualnya di harga US$3.000? Karena itu opsi tersebut juga termasuk OTM.

Kalau OTM Belum Untung, Kenapa Banyak yang Membelinya?

Ini pertanyaan yang sering muncul. Kalau belum menghasilkan keuntungan, kenapa masih banyak trader yang membeli opsi OTM? Jawabannya sederhana. Karena mereka membeli peluang.

Bayangkan kamu melihat sebuah konser yang tiketnya belum terlalu ramai diburu orang. Kamu membeli tiket lebih awal karena percaya nanti permintaannya akan melonjak. Trader opsi juga sering berpikir seperti itu. Mereka membeli opsi OTM dengan harapan harga aset akan bergerak besar sebelum masa kontrak berakhir.

Kalau prediksi itu benar, posisi yang tadinya OTM bisa berubah menjadi ITM. Dan di situlah potensi keuntungan besar muncul. Tapi tentu saja, semakin besar peluang keuntungan, semakin besar juga risikonya.

ITM dan OTM Bisa Diibaratkan Seperti Rumah

Kalau masih terasa rumit, coba gunakan analogi ini. Bayangkan ITM dan OTM seperti membeli rumah.

ITM = Rumah yang Sudah Jadi

Rumahnya sudah berdiri. Kamu bisa langsung melihat nilainya. Risikonya lebih rendah karena asetnya sudah jelas.

OTM = Tanah yang Akan Dikembangkan

Saat ini mungkin belum terlalu bernilai. Tapi ada potensi harga melonjak jika kawasan tersebut berkembang. Masalahnya, potensi itu belum tentu terjadi. Jadi ada peluang besar sekaligus risiko yang lebih tinggi. Cara berpikir ini bisa membantu kamu memahami kenapa opsi OTM sering menarik meskipun belum menghasilkan keuntungan saat ini.

Faktor Waktu Ternyata Sangat Berpengaruh

Banyak trader pemula terlalu fokus pada harga. Padahal waktu juga memainkan peran besar dalam nilai sebuah opsi. Coba bayangkan kamu sedang mengejar kereta. Kalau keretanya berangkat 2 jam lagi, kamu masih santai. Tapi kalau tinggal 2 menit, tingkat stresnya pasti berbeda.

Hal yang sama terjadi pada opsi. Semakin dekat ke tanggal jatuh tempo, semakin kecil peluang harga untuk bergerak sesuai harapan. Karena itulah waktu menjadi komponen penting dalam penilaian opsi.

Apa Itu Time Value?

Time Value atau nilai waktu adalah nilai tambahan yang muncul karena kontrak masih memiliki sisa waktu. Meski sebuah opsi masih OTM hari ini, pasar tetap memberikan nilai karena ada kemungkinan harga berubah besok atau minggu depan. Semakin panjang waktu yang tersisa, biasanya semakin besar peluang perubahan tersebut terjadi. Makanya opsi yang masih jauh dari jatuh tempo sering kali memiliki harga lebih tinggi.

Jangan Lupakan Volatilitas

Kalau ada satu kata yang paling menggambarkan pasar kripto, mungkin jawabannya adalah: volatilitas. Harga bisa naik belasan persen dalam sehari. Tapi bisa juga turun tajam dalam waktu yang sama.

Nah, dalam dunia opsi ada istilah yang disebut implied volatility.Sederhananya, ini adalah perkiraan pasar tentang seberapa besar pergerakan harga yang mungkin terjadi di masa depan. Semakin tinggi volatilitas yang diperkirakan, semakin besar peluang opsi OTM berubah menjadi ITM. Karena itulah premi opsi pada aset kripto sering kali lebih mahal dibanding aset yang pergerakannya lebih stabil.

Jangan Sampai Terjebak Emosi

Salah satu alasan kenapa banyak trader gagal bukan karena kurang pintar. Tapi karena terlalu emosional. Dalam psikologi keuangan, ada dua jebakan yang sering muncul.

FOMO

Fear of Missing Out membuat seseorang membeli posisi hanya karena takut ketinggalan. Bukan karena benar-benar memahami risikonya.

Overconfidence

Setelah beberapa kali untung, seseorang mulai merasa selalu benar. Akibatnya mereka mengambil risiko yang lebih besar tanpa perhitungan matang. Padahal pasar tidak peduli seberapa yakin kamu terhadap prediksi sendiri. Memahami ITM dan OTM membantu kamu melihat posisi dengan lebih objektif dan mengurangi keputusan impulsif yang sering merugikan.

Cara Berpikir yang Lebih Cerdas Saat Trading Opsi

Trader pemula biasanya bertanya: "Kalau benar, saya bisa untung berapa?"
Trader yang lebih berpengalaman biasanya bertanya: "Kalau salah, saya bisa rugi berapa?"

Perbedaan pola pikir ini sangat penting. Karena tujuan utama dalam trading bukan hanya mencari keuntungan. Tetapi juga menjaga modal agar tetap bertahan dalam jangka panjang. Dengan memahami status ITM dan OTM, kamu bisa lebih mudah:

  • Mengukur risiko sebelum masuk posisi
  • Menentukan target yang realistis
  • Mengelola ekspektasi
  • Menghindari keputusan emosional
  • Menyusun strategi yang lebih matang

Pada akhirnya, In-the-Money dan Out-of-the-Money bukan sekadar istilah teknis yang sering muncul di platform trading opsi. Keduanya adalah cara sederhana untuk memahami apakah posisi yang kamu pegang saat ini benar-benar memiliki nilai atau masih bergantung pada harapan bahwa harga akan bergerak sesuai prediksi.

ITM menunjukkan bahwa opsi sudah memiliki nilai intrinsik dan berada dalam posisi yang menguntungkan. Sementara OTM menunjukkan bahwa peluang masih ada, tetapi hasilnya sangat bergantung pada pergerakan harga di masa depan. Semakin kamu memahami konsep ini, semakin mudah juga kamu melihat peluang dan risiko secara lebih objektif.

Karena dalam dunia derivatif kripto, sukses bukan hanya soal menebak arah pasar dengan benar. Yang lebih penting adalah memahami apa yang sebenarnya kamu beli, bagaimana risikonya bekerja, dan kapan harus mengambil keputusan dengan kepala dingin.

 

Pelajari istilah kripto lainnya:

 

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Bagikan melalui:

Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device