Cari

Klik huruf yang tersedia untuk mengetahui daftar glossary

Pattern 1

Data Scraping

Apa Itu Data Scraping? Teknologi "Anak Magang" yang Nggak Pernah Capek Ngumpulin Data Crypto

"Pengen cek harga Bitcoin bentar, ah." Niatnya cuma lima menit. Tapi tahu-tahu sudah hampir satu jam kamu masih duduk di depan laptop.

Awalnya buka exchange buat lihat harga. Habis itu kepo sama proyeknya, lanjut baca whitepaper. Belum selesai, pindah ke X (Twitter) buat lihat komunitas lagi ngomongin apa. Dari sana malah nyasar ke CoinMarketCap, Etherscan, Reddit, Telegram, sampai YouTube.

Yang tadinya cuma pengen cari satu informasi, malah pulang bawa seribu informasi. Lucunya, semakin banyak yang kamu baca, kadang malah semakin bingung.

"Ini proyeknya bagus nggak, sih?"
"Kok ada yang bilang beli sekarang, tapi ada juga yang nyuruh tunggu?"
"Yang benar yang mana?"

Kalau pernah mengalami hal seperti itu, tenang. Hampir semua orang yang baru belajar crypto pasti pernah ada di posisi yang sama. Masalahnya bukan karena kamu kurang paham. Justru sebaliknya, informasi di dunia crypto memang terlalu banyak.

Setiap detik ada transaksi baru di blockchain. Harga aset naik turun tanpa henti. Komunitas terus berdiskusi. Developer merilis pembaruan. Belum lagi berita yang datang silih berganti. Kalau semuanya harus kamu cek sendiri satu per satu, bisa-bisa waktu habis buat buka tab browser, bukan buat benar-benar memahami apa yang sedang terjadi. Nah, di sinilah ada satu teknologi yang diam-diam bekerja di balik layar.

Namanya data scraping.

Kalau diibaratkan, data scraping itu seperti anak magang super rajin. Kamu tinggal kasih daftar pekerjaan, lalu dia akan membuka ribuan halaman website, mencari informasi yang kamu minta, kemudian menyusunnya menjadi data yang rapi.

Bedanya, "anak magang" ini nggak pernah capek, nggak pernah bosan, dan bisa bekerja 24 jam sehari. Tentu saja, yang bekerja bukan manusia, melainkan sebuah program atau bot.

Lalu, sebenarnya apa itu data scraping?

Jadi, Apa Itu Data Scraping?

Kalau dijelaskan pakai bahasa teknis, mungkin definisinya terdengar seperti ini: Data scraping adalah metode untuk mengambil data dari website secara otomatis menggunakan program atau bot.

Benar, tapi definisi itu sering kali terdengar terlalu rumit. Biar lebih gampang dibayangkan, coba bayangkan kamu diminta membandingkan harga Ethereum di 30 exchange berbeda.

Kalau dikerjakan sendiri, kamu harus membuka satu per satu website, mencatat harganya, lalu membandingkannya secara manual. Belum selesai mencatat semuanya, harga di website pertama mungkin sudah berubah lagi.

Capek, kan? Nah, data scraping melakukan pekerjaan yang sama, tetapi jauh lebih cepat. Bot akan membuka website, membaca informasi yang dibutuhkan, mengambil datanya, lalu menyimpannya dalam format yang lebih rapi seperti spreadsheet, database, atau file JSON.

Semuanya bisa selesai hanya dalam hitungan detik. Makanya, banyak dashboard crypto yang mampu menampilkan harga dari berbagai exchange secara real-time. Di balik layar, ada proses otomatis yang terus mengambil dan memperbarui data.

Kenapa Data Itu Penting Banget di Dunia Crypto?

Kalau dipikir-pikir, hampir semua keputusan di dunia crypto berawal dari data. Mau beli aset? Lihat harga dulu. Mau tahu proyeknya berkembang atau nggak?

Lihat roadmap, jumlah holder, aktivitas developer, dan volume transaksinya. Mau tahu komunitasnya masih aktif? Lihat media sosial dan forum diskusinya. Masalahnya, semua data itu tersebar di mana-mana.

Ada di exchange.
Ada di blockchain explorer.
Ada di website resmi.
Ada di media sosial.
Ada juga di forum komunitas.

Ibarat lagi masak, semua bahan sebenarnya ada. Tapi gula ada di minimarket A, garam di minimarket B, cabai di pasar, dan bawang di supermarket lain. Capeknya bukan saat memasak. Capeknya justru saat mencari semua bahan itu. Nah, data scraping ibarat jasa belanja.

Dia yang muterin semua tempat. Kamu tinggal menerima semua "belanjaan" dalam bentuk data yang sudah rapi. Dengan begitu, kamu bisa fokus menganalisis, bukan sibuk mencarinya.

Gimana Cara Kerja Data Scraping?

Walaupun terdengar canggih, prosesnya sebenarnya cukup sederhana.

1. Mengunjungi Website

Langkah pertama, bot mengunjungi website yang menjadi target. Persis seperti saat kamu membuka browser dan mengetik alamat sebuah website. Website kemudian mengirimkan seluruh isi halamannya kepada bot.

2. Membaca Isi Halaman

Setelah itu, bot mulai membaca struktur halaman tersebut. Di balik tampilan website yang kita lihat, sebenarnya ada kode HTML yang mengatur posisi teks, gambar, tombol, hingga tabel. Bot membaca struktur inilah untuk mengetahui di mana informasi berada.

3. Mengambil Informasi yang Dibutuhkan

Selanjutnya, bot mencari data sesuai instruksi. Misalnya hanya mengambil:

  • harga Bitcoin,
  • volume perdagangan,
  • jumlah holder,
  • alamat wallet,
  • atau artikel terbaru.

Bot tidak mengambil semua isi website, melainkan hanya bagian yang memang dibutuhkan.

4. Menyimpan Data

Setelah selesai, data akan disimpan dalam format yang lebih mudah digunakan. Dari sinilah data kemudian dipakai untuk dashboard, laporan analisis, aplikasi blockchain, sampai pengembangan AI.

Kenapa Banyak Perusahaan Crypto Menggunakan Data Scraping?

Jawabannya sederhana. Karena manusia punya batas. Sedangkan data di internet terus bertambah setiap detik. Bayangkan kalau sebuah platform ingin menampilkan harga lebih dari 10.000 aset crypto dari puluhan exchange.

Kalau semuanya dilakukan manual, mungkin butuh ratusan orang. Dengan data scraping, pekerjaan seperti itu bisa dilakukan secara otomatis. Bukan cuma lebih cepat, tapi juga lebih konsisten. Selain itu, teknologi ini juga membantu mengurangi pekerjaan yang sifatnya berulang. Tim analis jadi bisa menghabiskan lebih banyak waktu untuk memahami data, bukan sekadar mengumpulkannya.

Contoh Penggunaan Data Scraping di Dunia Crypto

Sebenarnya, tanpa sadar kamu mungkin sudah sering melihat hasil kerja data scraping.

  • Dashboard Harga Crypto

Website seperti agregator harga biasanya mengambil data dari banyak exchange sekaligus. Jadi, ketika kamu melihat harga Bitcoin diperbarui setiap beberapa detik, ada proses otomatis yang terus mengambil data dari berbagai sumber.

  • Riset Sebuah Proyek

Sebelum memutuskan berinvestasi, analis biasanya membaca whitepaper, roadmap, blog resmi, hingga dokumentasi proyek. Data scraping membantu mengumpulkan semua informasi tersebut sehingga proses riset menjadi lebih cepat.

  • Analisis Sentimen

Pernah dengar istilah social sentiment? Sederhananya, ini adalah cara melihat bagaimana opini publik terhadap sebuah proyek. Bot bisa mengambil ribuan unggahan dari media sosial seperti X, Reddit, atau Discord untuk melihat apakah komunitas sedang optimistis atau justru mulai kehilangan kepercayaan. Memang, sentimen bukan penentu harga. Tapi sering kali sentimen menjadi salah satu petunjuk yang menarik untuk diamati.

  • Memantau Aktivitas Whale

Di blockchain, semua transaksi bersifat publik. Artinya, siapa pun bisa melihat pergerakan aset dari satu wallet ke wallet lainnya. Masalahnya, jumlah transaksinya sangat banyak. Data scraping membantu mengumpulkan aktivitas wallet tertentu sehingga analis bisa melihat pola yang lebih mudah dipahami.

Data Banyak Belum Tentu Berarti Paham

Ada satu kesalahan yang cukup sering terjadi. Orang merasa sudah melihat banyak data, lalu langsung yakin dengan keputusannya. Padahal, data hanyalah bahan mentah. Yang membuat data menjadi berharga adalah cara kita memahaminya. 

Misalnya, harga sebuah token naik 20% dalam sehari. Kalau hanya melihat angkanya, mungkin kamu langsung berpikir proyeknya sedang bagus. Padahal belum tentu. Bisa saja kenaikan itu dipicu oleh berita sesaat, aktivitas investor besar, atau bahkan karena likuiditas yang tipis. 

Makanya, jangan cuma bertanya, "Datanya apa?" Tapi juga tanyakan, "Kenapa data itu bisa terjadi?" Pertanyaan sederhana seperti itu sering kali menghasilkan analisis yang jauh lebih baik.

Data Scraping Juga Punya Aturan Main

Walaupun sangat membantu, bukan berarti data scraping bisa digunakan sembarangan. Beberapa website memiliki aturan yang melarang pengambilan data otomatis tanpa izin. Ada juga yang memasang CAPTCHA atau sistem anti-bot supaya server mereka tidak terbebani. Selain itu, tampilan website juga bisa berubah sewaktu-waktu. Kalau struktur halamannya berubah, bot scraping biasanya perlu diperbarui agar tetap bisa mengambil data dengan benar.

Karena itulah proses validasi tetap penting. Data yang dikumpulkan perlu dicek kembali supaya hasil analisisnya tetap akurat.

Di balik dashboard harga crypto, laporan analisis blockchain, hingga aplikasi yang menampilkan data pasar secara real-time, ada banyak proses yang bekerja tanpa kita sadari. Salah satunya adalah data scraping.

Teknologi ini membantu mengumpulkan informasi dari berbagai sumber secara otomatis sehingga manusia tidak perlu lagi melakukan pekerjaan yang sama berulang-ulang. Namun, penting diingat bahwa data scraping hanyalah alat.

Ia bisa mengumpulkan data dengan sangat cepat, tetapi tetap manusialah yang menentukan bagaimana data tersebut digunakan. Kalau dianalogikan, data scraping itu seperti seseorang yang mengambilkan semua bahan masakan untukmu. Bahannya sudah lengkap, sudah rapi, bahkan sudah siap dipakai.

Tapi apakah hasil masakannya enak atau tidak, tetap bergantung pada orang yang mengolahnya. Begitu juga di dunia crypto. Data bisa membantu kamu melihat gambaran pasar dengan lebih jelas. Namun keputusan investasi tetap membutuhkan analisis, pemahaman, dan pertimbangan risiko yang matang.

Semakin cepat perkembangan blockchain dan Web3, semakin besar pula kebutuhan akan data yang akurat. Karena itulah, memahami apa itu data scraping bisa menjadi bekal yang berguna, bukan hanya buat developer atau analis, tetapi juga buat siapa saja yang ingin lebih memahami bagaimana ekosistem crypto bekerja di balik layar.

 

Pelajari istilah kripto lainnya:

 

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Bagikan melalui:

Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device